• Sabtu, 06 Juni 2020

Empat Film Marinir TNI AL Perang Lawan Covid-19

Rabu, 06 Mei 2020 - 20.55 WIB - 92

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Jakarta - Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Mayor Jenderal Suhartono mengunggah empat film pendek di akun Instagram @suhartono323.

Empat film pendek berjudul Super Marines, Super Marines 2, Super Marines 3, dan Super Marines 4. Film menyampaikan pesan tentang cara memenangkan pertarungan melawan Covid-19.

"Super Marines selalu berpatroli untuk melaksanakan perintah-perintah Komandan Korps Marinir Mayjend TNI (Mar) Suhartono, dalam rangka mensukseskan program pemerintah melawan Covid 19," demikian keterangan bersama video diterima Tagar.id, Selasa (5/5/2020).

Film yang dibuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut, menampilkan tokoh utama seorang hero, namanya Julian tapi lebih dikenal sebagai Super Marines sama dengan judul film. Ia seorang pria muda ganteng, alisnya tebal, hidungnya mancung, cool, tenang, tegas, tinggi besar, tubuh kekar, gagah, memakai pakaian seragam lengkap Marinir dengan baret khas warna ungu. 

Sesuatu yang berbeda pada Super Marines adalah kain panjang menjuntai di punggung, seperti Superman, kain panjang berwarna ungu yang membuatnya bisa terbang menembus awan.

1. Super Marines

Film Super Marines diawali dengan gambaran situasi dunia, penduduk di berbagai negara diserang Covid-19. Rumah sakit penuh. Orang di mana-mana memakai masker agar tidak tertular atau menularkan virus.

Di sebuah rumah di Indonesia, Julian sang Super Marines seperti mendengar sesuatu. Ia berjalan ke halaman, membuka jaket hitam, tampak seragam marinir loreng-loreng hijau. Di dada sebelah kiri tertulis namanya, Julian. Di dada sebelah kanannya tertulis TNI AL. Ia memakai sepatu boot, topi baret ungu, dan kain panjang ungu di punggung. Ia mendongakkan wajah, sekejap kemudian lenyap, terbang. 

Super Marines mendarat di sebuah ruas jalan di depan pintu gerbang markas Marinir. Hentakan kakinya membuat aspal terkelupas berantakan. Ia berkacak pinggang, terlihat di saku celana terdapat hand sanitizer dan thermogun. 

Kemunculannya yang tiba-tiba membuat dua pria, yang satu mendorong sepeda motor, terkejut. 

"Berhenti!" seru Super Marines. "Mau ke mana kalian?"

"Siap! Kami mau pesiar, bosan di mess," kata satu di antara mereka. 

"Ingat! Sesuai regulasi pemerintah dan pimpinan kita, pastikan keluar hanya untuk hal penting dan mendesak saja. Hindari kerumunan. Hindari ruang publik. Hindari fasilitas umum. Apabila harus bepergian ke luar, gunakan masker setiap saat."

Dua pria anggota Marinir itu serta-merta segera mengenakan masker

"Mantap!" kata Super Marines, sekedipan mata kemudian ia melesat ke langit. 

Film diakhiri tanda pagar #BersatuLawanCovid-19 #IndonesiaBermasker.

2. Super Marines 2

Film Super Marines 2 dibuka dengan aktivitas Julian menyiram tanaman jeruk di perkebunan untuk meningkatkan ketahanan pangan dalam situasi pandemi Covid-19. Ia memakai topi petani dan masker. Tiba-tiba telinga Julian mendengar suara-suara, isyarat tidak beres. Ia berdiri dan melesat seketika denga pakaian kebesaran, seragam loreng-loreng baret ungu dan kain panjang ungu di punggung yang membuatnya bisa terbang. 

Julian mendarat di halaman mess Marinir dan mendapati empat pria muda anggota Marinir tertawa-tawa melihat tontonan di telepon seluler, duduk berdekatan. Sesuatu yang dilarang pada masa pandemi Covid-19. 

Seketika Super Marines tahu-tahu berada di hadapan mereka, membuat empat orang anggota itu terkejut. 

"Hei! Ngapain kalian masih kumpul-kumpul?" seru Super Marines. "Bukankah sudah ada imbauan untuk tidak berkumpul dan berkerumun. Perintah pimpinan jelas, laksanakan physical distancing. Jaga jarak fisik minimal dua meter."

Super Marines menoleh kepada anggota yang tidak memakai masker. "Maskermu mana?"

"Siap! Ada komandan," ia mencari-cari masker di semua kantong celana sampai ketemu kemudian memakainya. 

Super Marines menekankan, "Kegiatan berkumpul dan berkerumun berpotensi besar menyebarkan virus corona. Jelas ini?"

"Siap! Tapi kami bosan isolasi diri. Kami jenuh di dalam mess. Kan begitu, kawan-kawan?" kata satu di antara anggota.

"Betul itu," jawab yang lain.

"Jangan sampai kebosananmu menjadi pemicu penyebaran virus corona," kata Super Marines.

"Gak asyik komandan," celetuk satu di antara anggota.

Super Marines berseru, "Hei! Kalian dengar perintah saya, tidak?" 

Melihat para anggota seperti tidak bersemangat, Super Marines berseru dengan tenaga dalam, "Bubaaaaaarrrrrrrrrrrrrr!!!"

Seketika empat anggota itu terdorong menjauh bergulingan, pakaian yang sedang dijemur beterbangan. 

Akhir film diakhiri teks: Jaga jarak fisik merupakan aksi kecil namun berarti besar. #BersatuLawanCovid-19 #JagaJarakJagaSilaturahmi #DiRumahAja.

3. Super Marines 3

Film Super Marines 3 ide ceritanya adalah work from home. Diawali tokoh Julian memasak di dapur. Ia tampak santai dan fresh dengan kaos putih ketat membungkus dada yang kekar. Menyenangkan melihat bagaimana ia mengiris bawang dan cabai dengan cara yang tidak biasa. Dengan latar musik yang juga asyik didengar telinga. Seru melihat mi instan melayang ke dalam panci, sendok dan garpu melayang mendekat kepada Julian. Semua itu karena kekuatannya yang super. 

Lagi asyik menyantap mi, Julian mendengar isyarat tidak beres.

Di tempat lain, satu keluarga mengemasi barang-barang, memasukkan kopor ke dalam bagasi mobil. Keluarga terdari dari suami, istri, dan anak ini bersiap melakukan perjalanan mudik.

Pengiring lagu di sini juga asyik, terdengar lirik pulang ke desa tercinta, bertemu ayah bunda sanak saudara yang kudamba.

Super Marines melesat terbang, memepet mobil yang sedang melaju. Ia mendarat dengan kakinya meremukkan aspal, menghentikan mobil.

"Ada apa, Ndan?" si suami melongokkan wajah di jendela mobil.

"Mau ke mana kalian?"

"Mau mudik," kata si suami.

Super Marines berkata, "Jangan ke mana-mana. Stay at home. Ingat larangan pemerintah untuk tidak mudik. Bukan untuk menjauhkan Anda dari keluarga, tapi justru mengamankan orang yang Anda sayangi. Kepedulian Anda justru membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona. "Iya, Ndan. Kita kan mau kumpul keluarga," sambung si istri.

Super Marines berkata, "Jangan ke mana-mana. Stay at home. Ingat larangan pemerintah untuk tidak mudik. Bukan untuk menjauhkan Anda dari keluarga, tapi justru mengamankan orang yang Anda sayangi. Kepedulian Anda justru membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona."

Si suami menoleh sekilas kepada istri, "Ya suahlah, Bu, lebih baik kita kembali saja. Jangan sampai karena kecerobohan kita, keluarga yang kita sayangi terkena imbasnya."

"Nah, itu baru keren!" kata Super Marines yang kemudian secepat kilat melesat terbang ke langit."Ya udah, kita pulang aja, Pa," kata si istri.

"Nah, itu baru keren!" kata Super Marines yang kemudian secepat kilat melesat terbang ke langit.

Super Marines turun lagi."Oke," jawab Super Marines."Superman! Tunggu... tunggu... tunggu...," seru suami istri nyaris bersamaan.

Super Marines turun lagi.

"Boleh minta selfie, gak?" kata si istri.

"Oke," jawab Super Marines.

Latar lagu lirik bahasa Inggris dan Jawa pada sesi ini membuat sedih, tapi mau bagaimana lagi.

Film diakhiri catatan: Anda tidak mudik, bukan Anda tidak berbakti. Anda tidak mudik, bukan anti-silaturahmi. Anda tidak mudik untuk melindungi orang yang Anda sayangi. #BersamaJagaIndonesia #BersamaLawanCovid-19.

4. Super Marines 4

Suasana ruangan kerja Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut membuka film Super Marines 4. Sang Komandan memantau situasi melalui Closed Circuit Television (CCTV). Beberapa saat kemudian ia menekan sebuah tombol yang menghubungkannya dengan Julian.

Julian yang sedang memanjat gedung, mendengar panggilan komandannya. Serta-merta ia berubah menjadi Super Marines, terbang menembus angkasa, mendarat di halaman markas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Seorang petugas menegurnya, "Hei, mau ke mana? Periksa dulu. Permisi Komandan, sesuai prosedur, harus melalui pemeriksaan."

Super Marines menjalani cek suhu tubuh kemudian berjalan melintasi tangga berkarpet biru. Ia membuka pintu ruang utama, tampak di dinding, foto Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, juga foto Panglima TNI Hadi Tjahjanto, juga tampak foto Komandan Korps Marinir TNI AL Soehartono.

"Mohon izin, mau menemui siapa, Komandan?" sapa seorang petugas.

Super Marines tidak menjawab. Ia berusaha membuka pintu kerja Komandan, tapi gagal.

 "Tuh kan, tidak bisa," kata petugas. "Menghadap komandan harus melalui ajudan," petugas yang adalah ajudan itu kemudian membuka pintu dengan kartu elektronik.

Ajudan memberi hormat kepada Komandan, "Mohon izin, Komandan. Super Marines mau...."

Belum selesai ia bicara, Super Marines muncul di sebelahnya, "Mohon izin menghadap, Komandan," Super Marines mengangkat tangan, memberikan hormat.

Komandan tampak gembira dengan kehadiran Super Marines. "Super Marines, selamat datang di markas komando korps marinir. Ada beberapa perintah dari saya."

Komandan melempar gulungan kertas, ditangkap Super Marines dengan trengginas."Siap laksanakan!" jawab Super Marines.

Komandan melempar gulungan kertas, ditangkap Super Marines dengan trengginas.

Super Marines membalik badan, tapi kemudian menengok kepada Komandan.

"Ada apa lagi, Super Marines?"

"Izin Komandan. Bila diperkenankan, saya izin minta foto dengan Komandan."

"Boleh. Sini."

Super Marines mengeluarkan ponsel dan cekrek, cekrek. 

Sekejap kemudian ia terbang, mendarat di markas Marinir di seluruh Indonesia. Yaitu markas Pasukan Marinir 1 di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, markas Pasukan Marinir 2 di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, markas Pasukan Marinir 3 di Salawati, Sorong, Papua Barat, markas Brigade Infanteri 4 Marinir Lampung, dan markas Detasemen Jalamangkara (Denjaka) di Jakarta.

Super Marines selalu disambut pertanyaan, "Ada apa, Super Marines?" Atau, "Ada perintah apa, Super Marines?"

Super Marines menjawab, "Izin menyampaikan perintah Komandan Korps Marinir."

Ia membuka gulungan kertas, membacakan isinya.

"Perintah Komandan Korps Marinir. Satu, sukseskan program pemerintah untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dua, laksanakan setiap perintah pimpinan TNI dengan penuh tanggung jawab, dan pantang menerah.

Tiga, tingkatkan solidaritas dan gotong-royong untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat sekitar, dengan melaksanakan kegiatan Marinir Peduli Marinir Berbagi.

Empat, di atas segala daya dan upaya kita, tentunya harus tetap berserah diri dan memohon rida Yang Maha Kuasa."

Film diakhiri pernyataan Presiden Joko Widodo, "Kita bangsa besar, bangsa petarung, bangsa pejuang, kita mampu melewati tantangan ini."

Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut Mayor Jenderal Suhartono, selain mengunggah film Super Marines di Instagram, juga mengunggah banyak video berisi kegiatan marinir dalam menyukseskan kerja Presiden Jokowi menanggulangi pandemi Covid-19.

Seperti Selasa, 5 Mei 2020, ia mengunggah video yang menggambarkan Korps Marinir membuat dapur umum, menyiapkan makan bagi orang-orang yang terdampak Covid-19.

"Jangan berhenti berbakti untuk negeri. Dapur umum Korps Marinir untuk masyarakat terdampak Covid-19. Mereka ada di gang-gang, lorong-lorong ibu kota. Kami sadar yang kami lakukan tidak akan menyelesaikan masalah, tapi minimal mengurangi beban mereka," tulis Suhartono bersama unggahan video.

Mayor Jenderal Suhartono lahir di Batang, Jawa Tengah, 15 April 1966. Ia seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut lulusan Akademi Angkatan Laut Angkatan-34 tahun 1988. Sebelum menjabat Komandan Korps Marinir, ia menjabat Komandan Paspampres, dan juga pernah menjabat Komandan Lantamal XI/Merauke, Komandan Resimen Akademi Angkatan Laut, Asrena Kormar, dan Staf Ahli di Koarmabar.

Ia perwira tinggi yang berasal dari satuan Khussus Denjaka, telah melaksanakan banyak operasi tempur di antaranya Dansatgasgultor "Satgas Merah Putih" (Operasi Pembebasan Awak KM Sinar Kudus) di Somalia. Sukses operasi ini membuatnya mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat dari Letkol ke Kolonel. 

Suhartono mengikuti pendidikan luar negeri antara lain Counter Terorism Intelegence Analysis (BIA-CIA) 1997, Commando Mariners-Cofusco (Prancis) 1997, US Navy Seal-Guam (AS) 1997, Terrorism Device Threat and Response (BIA-CIA) 1998, Post Incident Intelegence Collection (BIA-CIA) 1999, Counter Terror-Batalyon Kontra Terror 707 (Korea Selatan). 

Alumnus Seskoal Angkatan 39 tahun 2002 dan Sesko TNI ini juga memiliki tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun dan Satya Lencana Dharma Nusa.

Sejarah Marinir

Korps Marinir TNI Angkatan Laut adalah salah satu Komando Utama Operasi TNI di bawah kendali langsung Panglima TNI yang juga merangkap dan berfungsi sebagai Komando Utama Pembinaan pada Markas Besar TNI Angkatan Laut. 

Cikal bakal Korps Marinir bermula dari tanggal 15 November 1945, di mana nama Corps Mariniers tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal sehingga tanggal ini dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir. 

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 November 1975.[6]

Usai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, di seluruh pelosok Nusantara terbentuk Badan-Badan perjuangan yang bertujuan mempertahankan kemerdekaan. Di bidang kelautan, para pejuang laut yang terdiri dari para pemuda pelayaran, nelayan, bekas K.M, Kaigun, Heiho membentuk satuan-satuan di pangkalan seluruh Indonesia seperti Marine Keamanan Rakyat, Tentara Keamanan Rakyat, Corps Marinier, Pasukan Laut dan Korps Keamanan Pantai.

Komandan Korps Marinir TNI-AL dari Zaman ke Zaman

1. Laksamana Muda TNI Agoes Soebekti, Semarang 1943. Mayor Laut Achmad Djatmika Legawa, Semarang 1944.

2. Mayjen TNI KKOR. Soehadi, Semarang 1945

3. Letjen TNI KKO Hartono, Semarang 1945

4. Letjen TNI KKO Moekijat, Tegal 1945

5. Mayjen TNI KKOH. Moh. Anwar, Tegal 1945

6. Letjen TNI (Mar) Kahpi Suriadiredja, Juli 1977 - Mei 1983

7. Brigjen TNI (Mar) Muntaram, Mei 1983 - Januari 1987

8. Brigjen TNI (Mar) Aminullah Ibrahim, Januari 1987 - Agustus 1990

9. Mayjen TNI (Mar) Baroto Sardadi, Agustus 1990 - November 1992

10. Brigjen TNI (Mar) Gafur Chaliq, Desember 1992 - April 1994

11. Mayjen TNI (Mar) Djoko Pramono, April 1994 - Februari 1996

12. Brigjen TNI (Mar) Suharto, Februari 1996 - 1999

13. Mayjen TNI (Mar) Harry Triono, 1999 - 20 November

14. Mayjen TNI (Mar) A.Rifai, 20 November 2002 - 9 November 2004

15. Mayjen TNI (Mar) Safzen Noerdin, 9 November 2004 - 6 Juni 2007

16. Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, 6 Juni 2006 - 12 Februari 2007

17. Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri, 12 Februari 2007 - 2 September 2009

18. Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, 4 September 2009 - 1 Agustus 2012

19. Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, 1 Agustus 2012 - 30 Maret 2015

20. Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, 30 Maret 2015 - 15 Juni 2016

21. Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, 15 Juni 2016 - 23 Februari 2017

22. Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, 23 Februari 2017 - 29 November 2018

23. Mayjen TNI (Mar) Suhartono, 29 November 2018 - Sekarang. (Sumber Tagar.id)

  • Editor : Didik Tri Putra Jaya