Antisipasi Gagal Panen, Petani Lamtim Diminta Waspada Terhadap Penyakit Blas Leher di Tanaman Padi
Terlihat sebagian petani lampung timur sudah melakukan tanam padi. Foto: Agus Susanto/ Kupastuntas.co
Lampung Timur - Seluruh Petani Lampung Timur Dihimbau dan diminta agar waspada terhadap penyakit tanaman padi berupa Penyakit Blas (Pyricularia oryzae Cav) atau Patah Leher yang bisa membuat gagal panen.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ika Nurlianawati menegaskan, seluruh koordinator penyuluh harus turun langsung ke wilayah binaan masing masing untuk melakukan pembinaan secara teknis kepada petani dalam mengantisipasi penyakit padi jenis patah leher dan jamur.
Ia melanjutkan, melalui kelompok tani masing masing diminta agar selalu aktif berkomunikasi dengan koordinator penyuluh, jika terdapat tanaman padi yang terdeteksi terkena patah leher dan jamur. "kemungkinan besar penyakit yang mengancam tanaman padi musim ini patah leher dan jenis jamur," ujarnya pada minggu, (19/04/2020).
Ika mengatakan, untuk target tanam seluas 138.206 hektar akan dilakukan dua kali tanam yaitu April dan September, dilakukan dua kali karena sebagian wilayah di Lampung Timur masih dalam pembangunan irigasi saluran air. "Target Tanam dilakukan 2x, yang tanam september menunggu selesainya pembangunan irigasi," Terang nya.
Ika menjelaskan, persoalan stok pupuk khususnya jenis pupuk subsidi, belum mendapatkan laporan dari UPTD masing masing kecamatan, terkait dengan keberadaan pupuk menjadi kendala atau tidak bagi petani. Menurutnya jika tidak ada laporan biasanya kondisi pupuk aman aman saja. " Mudah mudahan meski di tengah pandemi virus Corona tidak menghambat pendistribusian pupuk," Terangnya. (*)
Berita Lainnya
-
Presiden Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar Tangani Konflik Manusia dan Gajah di Way Kambas
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024



