• Selasa, 27 Oktober 2020

Ike Edwin: Mengabdi Tidak Kenal Batas Waktu

Kamis, 27 Februari 2020 - 19.44 WIB
828

Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Irjen Pol (Purn) Ike Edwin di studio Kupas TV, Kamis (27/2/2020). Foto: Tampan/Kupas Tuntas

Bandar Lampung - Hari masih pagi, karyawan Kupas Tuntas tampak sudah siap-siap di ruang tamu. Mereka stand by menanti tamu yang dikabarkan sudah on the way. Baru sekitar jam 08.30 WIB, tamu yang ditunggu pun akhirnya tiba. Ia adalah Irjen Pol (Purn) Ike Edwin, mantan Kapolda Lampung tahun 2016.

Kehadiran Ike Edwin beserta rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama Kupas Tuntas Grup, Donald Harris Sihotang, MM. Ike Edwin pun berbagi banyak cerita seputar pengalamannya setelah tak lagi aktif di Polri.

Keduanya memang sudah saling kenal, terutama saat Ike masih menjabat Kapolda Lampung. Selain itu, baik Donald maupun Ike sama-sama aktif dalam kegiatan adat dan budaya. Ike adalah Perdana Menteri Kerajaan Sekala Brak, sementara Donald adalah Ketum Kerukunan Masyarakat Batak Lampung.

Setelah masuk dalam sesi Talkshow Kupas TV, pria yang akrab disapa Dang Ike ini ditanya terkait dirinya yang maju sebagai Calon Wali Kota Bandar Lampung pada Pilwakot 2020. Ike yang merupakan Purnawirawan Jenderal Bintang 2, dinilai lebih layak maju sebagai kepala daerah setingkat gubernur.

Namun Ike menyebut, tujuannya maju sebagai calon wali kota tidak memandang status tersebut. Ia semata-mata hanya ingin mengabdi, berbuat bagi kampung halamannya dan juga sebagai ibadah.

“Memang pangkat saya Inspektur Jendral bintang dua. Banyak orang bertanya, kenapa bintang 2 mau jadi wali kota. Yang saya jawab, ibadah tidak mengenal status sosial. Ibadah akan dibawa sampai akhir hayat. Saya ingin bekerja untuk masyarakat,” kata Ike Edwin.

Baca Juga: Jika Terpilih, Ike Edwin Siap Jadikan Bandar Lampung Kota Paling Aman di Indonesia

“Sekarang saya pensiun dan pulang ke tanah kelahiran saya. Kebetulan ada Pilkada, ada pesta demokrasi. Badan saya masih sehat, masih kuat dan masih banyak pikiran yang bagus. Itu yang membuat saya ikut maju Pilkada Bandar Lampung ini,” imbuh mantan Staf Ahli Kapolri ini.

Ia mengatakan, tungasnya sebagai anggota polisi selama 35 tahun memang sudah selesai. Namun untuk mengabdi, bagi Ike tidak ada kata pensiun. Terlebih Ike juga sudah punya segudang pengalaman dan prestasi selama berdinas di Polri.

“Tugas sebagai polisi sudah selesai, tapi pengabdian dan ibadah belum selesai. Selama kita diberi umur panjang mengapa tidak berbuat di kampung halaman sendiri,” ujarnya. 

Bicara soal pengalaman, lulusan Akpol 1985 ini sudah bertugas di 10 provinsi, dan sudah mengunjungi 218 kabupaten/kota. Tak hanya sekadar berkunjung, Ike juga belajar bagaimana mengelola berbagai daerah yang begitu beragam, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ike juga banyak bekomunikasi dengan para kepala daerah untuk menambah pengetahuannya tentang pemerintahan. 

Bahkan saat menjabat Kapolda Lampung, Dang Ike membawahi berbagai jajaran Polres dengan wilayah Lampung seluas 45 ribu Km persegi. Dibandingkan luas Kota Bandar Lampung yang hanya 197 Km persegi, menurut Ike bukan hal yang begitu sulit.

“Jadi Bandar Lampung ini luasnya hanya 0,5 persen dari total wilayah Lampung. Yang luasnya 45 ribu Km saja saya sudah pernah kerja dan meraih 8 predikat terbaik, sekarang hanya 197 Km saja,” kata dia. 

Baca Juga: Tak Ada Banner, Ike Edwin: Saya Taat Aturan

Yang terpenting, sambung dia, maju sebagai calon wali kota adalah ibadah. Maka dari itu, ia menekankan tidak akan bermain curang alias money politic atau bagi-bagi sembako. Karena calon kepala daerah yang bagi-bagi uang sangat berpotensi melakukan korupsi untuk mengembalikan modal kampanye. 


“Bayangkan peserta Pilkada Bandar Lampung 660 ribu orang, kalau saya kasih sembako 200 ribu per orang, saya sudah habis 12 miliar, itu mahal sekali. Belum lagi kaos-kaos dan hiburannya mungkin bisa sampai 20 miliar,” jelas Ike.

Sementara gaji wali kota, sambung dia hanya kisaran 25-30 juta per bulan. Kalau dihitung gaji selama satu periode (5 tahun), totalnya hanya sekitar 2 miliar. 

“Kalau sembako saja sudah 12 miliar plus hiburan-hiburannya, dari mana mulangin uangnya? Tidak ada rumusnya di dunia dan akhirat. Yang ada justru masuk pelanggaran,” tegasnya.

Baca Juga: Irjen Pol Ike Edwin Maju Jadi Calon Wali Kota Bandar Lampung : Tapi Tidak Pakai Duit!

Mantan Perwira Brimob ini pun mengimbau agar masyarakat tidak tergoda menjual hak suaranya dengan uang 200 ribuan. Ia juga menegaskan, calon kepala daerah juga harus menjadi contoh. Seperti halnya saat ini, Ike belum mau memasang banner, karena memang belum waktunya berkampanye.

“Sampai sekarang saya tidak mau pasang banner karena itu melanggar aturan. Saya bukan mau wajahnya dikenal, saya ingin program saya membuat masyarakat senang dan berguna. Tapi nanti saat sudah waktunya kampanye baru saya pasang banner. Jadi saya patuh dengan aturan,” tandasnya. (*)

Editor :