• Selasa, 25 Februari 2020

Pengamat: Bentuk Tim Independen untuk Evaluasi Proses Rekrutmen KPU Kabupaten/Kota

Jumat, 14 Februari 2020 - 17.28 WIB - 11

Yusdianto. Foto: Ist

Bandar Lampung-Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Yusdianto menyarankan membentuk tim independen untuk mengevaluasi proses rekrutmen komisioner KPU kabupaten/kota yang terpilih saat ini.

Ia mengatakan ini perlu dilakukan guna mennyelamatkan integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung  mengingat mereka adalah supervisi dari KPU kabupaten/kota.

"Dalam waktu dekat Lampung akan menggelar pilkada serentak, bisa dibayangkan dengan ada perkara di lembaga penyelenggara yang melibatkan komisioner jelas ada sedikit ketidakpercayaan publik kepada mereka," kata Dosen Hukum Tata Negara Universitas Lampung itu, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, salah satu cara untuk mengembalikan kepercayaan publik adalah dengan menaruh tim independen untuk mengevaluasi proses rekrutmen komisioner kabupaten/kota terpilih sekarang.

"Kita tidak juga mengatakan komisioner saat ini tidak memiliki kompetensi dan kapatabiltas untuk duduk, tapi dengan diberhentikan ENF sebagai Komisioner KPU Lampung oleh Dewan kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) jelas publik ada keraguan pada lembaga terhormat ini," kata dia.

Kemudian, ENF yang telah diberhentikan juga bisa menyelamatkan dan mengembalikan marwah serta integritas KPU Lampung dengan membuka sejelas-jelasnya alur ataupun proses rekuitmen KPU kabupaten/kota ke publik.

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, ada loket selain ENF karena dalam amar putusan DKPP pada 12 Februari lalu, dewan hakim akan mengembangkan perkara ini sebab ada dua nama komisioner kabupaten/kota yang disebut oleh DKPP. (Ant)

  • Editor : Zainal Hidayat