Kejari Sebut Ada Indikasi Korupsi Dana Desa di Pekon Banjarmanis
Ilustrasi
Tanggamus-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus
sudah mengantongi data terkait dugaan korupsi realisasi Angaran Dana Desa (ADD)
Pekon Banjarmanis, Kecamatan Cukubalak, Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2017
dan 2019 lalu.
Pengumpulan data (Puldata) dilakukan dengan
memanggil Kepala Pekon (Kakon), Aparat Pekon dan Perangkat Pekon terkait oleh
tim Kejari pada Selasa, (11/2/2020), untuk dimintai keterangan secara rinci.
"Sudah kita mintai keterangan, kakon dan
aparat serta perangkat pekonnya sudah kita periksa semua," kata Kasi
Intel Kejaksaan Negeri Tanggamus, M. Rizka Saputra, mewakili Kajari Tanggamus,
David P. Duarsa, Kamis (13/2/2020).
Menurut Rizka, pemanggilan tersebut berdasarkan
arahan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang ditangani oleh Kejari Tanggamus
sesuai locus tempus. Sebab itu, Kejari Tanggamus telah melaporkan hasil
pemerikasaan tersebut ke Kejati Lampung pada Kamis (13/2/2020).
"Kita sudah melaporkan hasilnya pemeriksaan
ke Kejaksaan Tinggi Lampung pada hari ini," ujarnya.
Dari hasil pemerikasaan, lanjutnya, ditemukan
dugaan korupsi dan mark-up realisasi angaran dana desa (ADD) tahun
2017 dan 2019 yang dilakukan oleh Kakon Pekon (Desa) setempat.
"Diduga ada indikasi mark-up, kegiatan yang fiktip, gaji aparatur pekon tidak dibayarkan serta pembangunan asal jadi," katanya.(*)
Berita Lainnya
-
Oknum Kades dan Guru SD Ikut Terjaring Penggerebekan Kasus Narkoba di Bulok Tanggamus
Kamis, 19 Februari 2026 -
Penggerebekan Beruntun di Bulok Tanggamus, Polisi Amankan 10 Terduga Pelaku Narkoba
Kamis, 19 Februari 2026 -
Ketika Debu Tambang Masuk ke Ruang Kelas Anak-Anak Rejosari
Kamis, 19 Februari 2026 -
Proyek Talud Rp 2,25 Miliar di Gunung Kasih Tanggamus Diduga Asal Jadi
Kamis, 19 Februari 2026









