• Sabtu, 29 Februari 2020

Jebol Tembok Kamar Mandi, 7 Tahanan Mapolsek Natar Melarikan Diri

Kamis, 13 Februari 2020 - 16.46 WIB - 57

Inilah tembok kamar mandi yang dijebol oleh tahanan Mapolsek Natar untuk melarikan diri.Foto:Ist

Lampung Selatan-Sejumlah tahanan yang mengisi sel tahanan Mapolsek Natar, Lampung Selatan, melarikan diri sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (13/2) dini hari.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah tahanan Mapolsek Natar yang melarikan diri itu sebanyak 7 orang. Dimana, para tahanan itu kabur dengan cara menjebol tembok ruang tahanan.

 

Namun demikian, tiga dari tujuh orang tahanan yang sempat melarikan diri sudah berhasil diamankan kembali, sedangkan empat orang tahanan lainnya masih diburu oleh pihak kepolisiaan.

 

Empat orang yang masih diburu tersebut yakni SA (26) dan PS (21) sama-sama warga Lampung timur atas perkara 363 KUHP. Selanjutnya, MJ (26) warga Natar atas perkara pasal 378 KUHP. Terakhir, DK (25) warga Natar atas perkara 372 KUHP.

 

Sedangkan tiga orang tahanan yang sudah kembali dibekuk adalah MDP (29) supir travel, warga Natar, AH (31) karyawan honorer warga Natar dan RDD (25) karyawan honorer warga Telukbetung timur, Bandarlampung.

 

Dari informasi yang dihimpun, saat kejadian 7 tahanan Mapolsek Natar kabur, anggota SPK Brigpol R sempat mendengar suara asbes jatuh dari arah belakang ruang tahanan.

 

Brigpol R pun langsung mengecek sumber suara tersebut. Setiba dilokasi, baru disadarinya bila 7 orang tahanan yang berada di ruang tahanan Mapolsek Natar sudah tidak ada lagi alias kabur, dengan cara menjebol tembok tralis di kamar mandi.

 

Mereka membobol tembok diduga dengan menggunakan linggis besi. Usai tembok itu jebol, para tersangka menaiki atap bangunan ruang tahanan dan melarikan diri.

 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Eddie Purnomo membenarkan terkait kabar adanya sejumlah tahanan di Mapolsek Natar kabur. Namun, dirinya meminta agar persoalan itu dibuat gaduh, lantaran para tahanan itu masih berada di sekitaran Natar.

"Mohon dukungan, untuk sementara tidak terlalu gaduh karena diperkirakan yang bersangkutan masih tidak terlalu jauh. Mohon do'a juga agar (mereka) segera tertangkap," ujarnya melalui pesan singkat di Aplikasi What'sapp, Kamis (13/2).

 

Ketika ditanyai lebih jauh soal perkara yang membelit para tersangka yang melarikan diri itu, mantan Kapolres Mesuji itu menyatakan para pelaku terjerat kasus pencurian dan penipuan.

"Pelakunya (terjerat) curat dan penipuan/penggelapan," kata Eddie.(*)

  • Editor : Herwanda Pratama