• Sabtu, 29 Februari 2020

19 Puskesmas di Way Kanan Sudah Terakreditasi

Kamis, 13 Februari 2020 - 18.57 WIB - 9

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto. Foto: Sandi/kupastuntas.co

Way Kanan - Pemerintah Kabupaten Way Kanan memiliki 20 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Abidin Pagar Alam (ZAPA) sejak zaman kepemimpinan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya dan Edward Antoni.

Melalui Dinas Kesehatan dimana sejak 2016-2019 sudah mengakredetasikan 19 Puskesmas dan 1 rumah sakit, yang sebelumnya tidak ada Puskesmas yang terakredetasi oleh Kementerian Kesehatan.

Akreditasi ditujukan untuk mendorong setiap Puskesmas meningkatkan kinerjanya dan melaksanakan tugas pelayanannya sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan Komisi Akreditasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sujatmoko mengatakan, sejak 2016 pihaknya sudah melaksanakan akredetasi Puskesmas yang ada di Kabupaten Way Kanan.

Di mana ada 20 Puskesmas dan 19 Puskesmas sudah terakredetasi diantaranya 5 utama, 12 madya dan 2 dasar serta 1 puskesmas yang masih baru akan segera mengikuti akredetasi. Begitu juga dengan RSUD ZAPA sudah terakredetasi.

"Selain itu banyak manfaat yang bisa didapat dari akreditasi bagi Puskesmas dimana manfaat itu diantaranya, meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian, konsistensi dalam bekerja, dan memberikan keunggulan kompetitif,” ujar Anang, Kamis (13/2/2020).  

“ Selain itu menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan meningkatkan pendidikan pada staf, serta mutu pelayanan kepada masyarakat lebih optimal karena sudah memiliki standar yang di tentukan,” imbuhnya.

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga sudah memberikan peningkatan penjaminan kesehatan masyarakat melalui program JKN dan Jampersal.

“Dimana jumlah JKN yang ditanggung oleh APBD Kabupaten Way Kanan sebanyak 32.000 orang, dan memberikan jaminan persalinan kepada masyarkat Way Kanan, untuk menekan risiko angka kematian bayi dan ibu melahirkan,” tutupnya. (*)

  • Editor : Erik Handoko