Belasan Gajah Liar Masuk Perkebunan Warga, Satu Petugas Luka Parah
ilustrasi
Tanggamus-Konflik gajah dan manusia kembali terjadi di kawasan hutan marga Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.
Kali ini, Saridi (34) asal Pekon Sukajaya itu mengalami luka cukup parah karena tertusuk caling gajah pada bagian paha sebelah kanan hingga menembus tulang.
Kepala Pekon Sidomulyo, Boniran mengatakan, konflik antara kawanan gajah dengan warga itu sudah terjadi sejak pekan lalu. Dimana, segerombolan gajah yang berjumlah belasan ekor itu turun ke perkebunan dan merusak tanaman warga.
“Sejak awal Februari (kawanan gajah) memang sudah turun dan masuk ke perkebunan,” katanya, Minggu (9/3/2020).
Kapolsek Semaka, Iptu Heri Yulianto menuturkab, Satuan petugas (Satgas) penanggulangan konflik satwa juga sudah berupaya menggiring gajah. Namun naas, saat digiring masuk ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), kawanan gajah malah berbalik dan menghantam salah satu petugas.
Akibatnya, petugas yang diketahui bernama Saridi (34) asal Pekon Sukajaya itu mengalami luka cukup parah karena tertusuk caling gajah pada bagian paha sebelah kanan hingga menembus tulang.
Kemudian Saridi langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung untuk dioperasi.
“Satgas sudah berupaya menggiring kawanan gajah masuk ke dalam kawasan TNBBS pada Jumat (7/2/2020) kemarin. Namun saat proses penggiringan, ada warga dari atas yang turun bawa kayu bakar, mungkin gajahnya marah dan berbalik lalu menerobos Satgas,” kata Heri
Menurut Heri Yulianto, konflik antara manusia dengan kawanan gajah yang berjumlah 12 ekor itu sudah berlangsung sejak Rabu (5/2/2020) lalu. Kawanan gajah tersebut masuk ke Hutan Marga di Pekon Karangagung, Sidomulyo dan Tulungasahan.
Menurutnya, penyebab turunnya gajah ke perkebunan warga karena gajah merasa terusik habitatnya terjamah manusia. Selain itu, faktor lainya kemungkinan karena stok makanan di dalam hutan sudah berkurang sehingga kawanan gajah turun ke perkebunan warga.
“Kalau dipikir secara logika, gajah itu kalau hidupnya aman dan nyaman nggak mungkin turun ke perkebunan. Mungkin rumahnya sudah terjamah manusia dan merasa terusik sehingga turun ke perkebunan warga,” kata dia. (Sayuti)
Berita Lainnya
-
Oknum Kades dan Guru SD Ikut Terjaring Penggerebekan Kasus Narkoba di Bulok Tanggamus
Kamis, 19 Februari 2026 -
Penggerebekan Beruntun di Bulok Tanggamus, Polisi Amankan 10 Terduga Pelaku Narkoba
Kamis, 19 Februari 2026 -
Ketika Debu Tambang Masuk ke Ruang Kelas Anak-Anak Rejosari
Kamis, 19 Februari 2026 -
Proyek Talud Rp 2,25 Miliar di Gunung Kasih Tanggamus Diduga Asal Jadi
Kamis, 19 Februari 2026









