• Sabtu, 29 Februari 2020

Pipa Aliran Limbah Produksi Tempe Rusak, Warga Yosodadi Keluhkan Bau tak Sedap

Selasa, 04 Februari 2020 - 19.39 WIB - 18

Terlihat warga menunjukan pipa limbah cair dari produksi tempe yang rusak. Selasa (4/2/2020). Foto: Johansyah/kupastuntas.co

Metro - Warga Jalan Koi dan Jalan Gurame di RT 01 RW 01 Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur meminta kerusakan sambungan pipa limbah cair produksi tempe di wilayah setempat untuk segera diperbaiki.

Pasalnya, akibat kerusakan pipa aliran limbah cair tersebut menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga.

Warga setempat, Rubiyo mengatakan, kerusakan pipa aliran limbah cair produksi tempe milik warga setempat rusak sejak 26 Januari lalu.

"Rusaknya sudah beberapa hari ini, tapi belum juga diperbaiki oleh pemiliknya. Padahal limbahnya menimbulkan bau tak sedap," katanya, Selasa (4/2/2020).

Menurut warga, kerusakan pada sambungan pipa saluran pembuangan limbah tersebut dikarenakan derasnya aliran air pada saat turun hujan beberapa waktu lalu.

"Rusaknya karena hujan. Sambungan putus jadi limbahnya mengalir di drainase," ujarnya.

Warga berharap, pengelola produksi tempe setempat segera melakukan perbaikan pada sambungan pipa aliran limbah cair yang rusak itu.

"Kami tidak melarang sesama warga mau usaha apa, namanya mencari rezeki. Tapi kalau ada kerusakan yang menimbulkan dampak lingkungan seperti ini ya mohon segera diperbaiki," harap warga.

Sementara, pengelola produksi tempe setempat, Jumadi, mengaku bersedia melakukan perbaikan pada sambungan pipa saluran limbah yang mengalami kerusakan.

"Kami bersedia melakukan perbaikan, bahkan material seperti pipa, paku, semen dan lainnya sudah kami siapkan. Tapi kalau diperbaiki sekarang kan musim hujan. Nanti percuma, kalau diperbaiki terus rusak lagi ketika turun hujan," kilahnya.

Menurutnya, untuk melakukan perbaikan pada sambungan saluran pembuangan limbah cair tersebut membutuhkan waktu yang pas supaya bisa bertahan lama.

"Nunggu musim panas beberapa hari dulu. Karena saya khawatir, kalau diperbaiki sekarang besok rusak lagi," tandasnya.

Sementara dari pantauan di lokasi, air limbah produksi tempe tersebut berakhir di saluran irigasi atau ledeng yang terdapat sekitar 200 Meter dari lokasi pabrik di Jalan Lele RT 03 RW 01 Kelurahan Yosodadi.

Air limbah tempe tersebut mengalir melewati sambungan pipa berdiameter kurang lebih 100 mm yang kini kondisinya putus dan akibatnya air limbah keluar melalui saluran air di wilayah pemukiman warga. (*)

  • Editor : Erik Handoko