Kurang Pasokan Air, 70 Hektare Tanaman Jagung Mubazir
70 hektare tanaman jagung gagal panen
kupastuntas.co, Lampung Timur - Tanaman jagung berumur 15 hari seluas 70 hektar di Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur (Lamtim) dimatikan akibat pertumbuhannya tidak normal karena kurang pasokan air.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Labuhan Ratu IV, Rizal Giyanto. Menurut Rizal, pada pertengahan November lalu banyak warga menanam jagung sesuai instruksi dari Dinas Pertanian melalui Unit Pembantu Tehnis Daerah (UPTD) Kecamatan Labuhan Ratu. Hal itu dilakukan karena diprediksi pertengahan November sudah turun hujan.
Namun setelah petani menanam jagung, ternyata hingga akhir November tidak juga turun hujan, "Jadi pertumbuhan tanaman jagung pun menjadi tersendat," kata Rizal, Selasa (3/12/2019).
Akibat pertumbuhan tidak normal, lanjut dia, para petani pun mematikan tanaman jagung tersebut dengan menyemprotkan obat pembunuh rumput. Setelah itu, petani akan melakukan tanam ulang usai hujan turun secara rutin.
Namun, kata dia, petani harus mengalami kerugian untuk membeli bibit dan biaya penanaman. "Tapi kalau tidak di basmi dan tanam ulang justru akan memperdalam kerugian," ungkapnya.
Sementara itu, Eko Agus. Petani di Desa Labuhan Ratu I menuturkan, mengalami kerugian hingga Rp13 juta, karena setelah tanam jagung tidak mendapat pasokan air.
“Uang Rp13 juta tersebut sirna untuk pembelian bibit jagung dan ongkos tanam untuk lahan seluas 4 hektar,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, setelah memusnahkan tanaman jagungnya, pihaknya akan melakukan tanam ulang setelah kondisi curah hujan normal. "Nanti mungkin saya akan tanam ulang di atas tanggal 10 Desember," imbuhnya. (Agus)
Berita Lainnya
-
Bupati Ela Targetkan Lamtim Jadi Penghasil Kakao Terbaik di Lampung
Selasa, 27 Januari 2026 -
Prajurit Marinir Asal Lampung Timur Gugur Tertimbun Longsor, Pemakaman Berlangsung Haru
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026









