Ketua PWI : Narasumber Berhak Menolak Wartawan yang Belum Kompeten
Kupastuntas.co, Tanggamus – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Supriyadi Alfian minta kepada para narasumber, baik para pejabat dan bukan pejabat, untuk lebih utama melayani wartawan yang sudah lulus uji kompetensi wartawan.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Workshop Pendidikan dan Sosilisasi UU Nomor 40/1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik di Tanggamus, Selasa (27/8/2019).
“Bapak ibu, sebagai narasumber bagi wartawan jangan takut dengan wartawan. Tanya identitas kewartawanan, dari mana asal medianya, juga tanya soal Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Jika media tidak jelas dan belum UKW, maka narasumber boleh menolak wartawan tersebut. Utamakan wartawan yang sudah kompeten, " kata Supriyadi Alfian.
Menurut Supriyadi, pihaknya kerap menerima pengaduan tentang keresahan para guru, di daerah yang kerap didatangi oknum-oknum wartawan yang suka keliling dengan tujuan yang di luar konteks jurnalistik.
“Kalau sudah kompeten, pasti tidak melakukan hal-hal yang melanggar kode etik. Jika masih saja ada yang begitu, melanggar kode etik, itu wartawan tidak jelas, maka silakan laporkan ke pihak berwajib," tandasnya.
Sementara, Bupati Tanggamus Dewi Hanjayani menambahkan, Pers adalah bagian dari mitra pemerintah di daerah dalam menunjang pembangunan.
“Wartawan itu bukan musuh, tapi mitra sesuai tugas pokok dam fungsinya. Tinggal membangun komunikasi dan kerjasama dalam pembangunan,” ujarnya.
Dewi berharap, kehadiran pers di Tanggamus juga dapat menjadi bagian dalam meningkatkn pembangunan di daerah Tanggamus. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua PWI Tanggamus Sunaryo, Wasekjen III PWI Pusat Suprapto dan beberapa pemateri dari PWI Lampung. (Rls)
Berita Lainnya
-
Pencurian Beruntun Teror Ulubelu Tanggamus, Warga Sebut Pos Polisi Kerap Kosong
Kamis, 22 Januari 2026 -
Plt Kadinkes Tanggamus: Anggaran JKN PBI Rp35 Miliar Tak Cukup Tanggung Seluruh Warga
Selasa, 20 Januari 2026 -
102 Ribu Warga Tanggamus Kehilangan BPJS PBI, Berobat Kini Terhambat
Selasa, 20 Januari 2026 -
Tol Trans Sumatera Dikeluhkan: Mahal, Bergelombang, dan Minim Penerangan
Minggu, 11 Januari 2026









