Survei Rakata Institute: Nanang Ermanto Diprediksi Unggul di Pilkada 2020
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Nanang Ermanto diprediksi masih unggul dalam pilkada Lamsel 2020 mendatang. Hal tersebut merujuk pada hasil survey yang dilakukan lembaga Rakata institute sejak 1 sampai 5 Agustus yang lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Rakata Institute Yuli Harmiko, menurutnya kandidat terkuat dari kabupaten tersebut masih digenggam oleh petahana saat ini.
Pasalnya, dari 1000 responden yang telah di survey oleh Rakata secara umum tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Nanang sebanyak 62%, merasa tidak puas 21,1%, tidak menjawab 16,70%, margin of error 3%.
Sementara untuk tingkat Popularitas calon Bupati di masyarakat, Nanang Ermanto menempati urutan pertama dengan persentase mencapai 82,40%, disusul Eki Setiyanto 50,10% dan Toni Eka Candra 43,10%.
Sementara untuk Elektabilitas, Nanang Ermanto 28,10% dan Toni Eka Candra 6,60%, hanya dua kandidat ini yang elektabilitasnya lebih dari 5 %.
"Berdasarkan hasil survey, saat ini yang menjadi aspirasi masyarakat Lampung Selatan adalah terkait infrastruktur jalan rusak," ujar Yuli, di DMC Cofee Teluk Betung Bandar Lampung, Kamis (15/8/2019).
Ia pun mengungkapkan tingkat keinginan masyarakat untuk pergantian Bupati di Lampung Selatan. "Berdasarkan hasil survey 47,2 persen tidak menginginkan Bupati baru, 29,7 menyatakan mau , 23 persen tidak menjawab," ungkapnya.
Artinya, kata Yuli dengan hasil data-data yang diperoleh dari lapangan dapat disimpulkan saat ini kandidat yang terkuat Lampung Selatan masih dipegang oleh Nanang Ermanto. (Sri)
Berita Lainnya
-
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selasa, 30 Juni 2026 -
Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung
Selasa, 30 Juni 2026 -
Nanda Indira Buka Suara Soal Tas Mewah: Ada yang Dicicil hingga Hadiah dari Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 -
Insan PLN UID Lampung Berhasil Tekan Emisi hingga 5532 kgCO2e melalui Gerakan Clean Energy Day
Selasa, 30 Juni 2026








