8 Terdakwa Pembalakan Liar Hutan Register 28 Tanggamus Divonis Berbeda
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Terbukti lakukan pembalakan liar di hutan Register 28 Kabupaten Tanggamus, dua terdakwa diganjar hukuman penjara selama tiga tahun penjara.
Sementara enam lainnya diganjar hukuman selama dua tahun penjara.
Dua terdakwa yang diganjar tiga tahun yakni Hasan yang bertugas sebagai pembalak dan Faturahman bertugas sebagai pengawas.
Enam terdakwa lainnya yang diganjar dua tahun yakni Tunadi yang bertugas sebagai sopir pengangkut hasil pembalakan, kemudian Nuryadi, Saifulloh, Sahrudin, Suhendar, dan Sunardi yang bertugas sebagai pengangkut hasil pembalakan.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Rabu 22 Mei 2019, menyatakan kedelapan terdakwa bersalah telah melakukan pengrusakan hutan dengan melakukan penebangan liar.
"Kalian terbukti melakukan perambahan hutan dan pembalakan liar, kalian telah merusak hutan yang mana itu adalah warisan anak cucu kelak," celetuk Mejelis Hakim Ketua Yus Enidar.
Yus Enidar pun menyatakan bahwa terdakwa Hasan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan penebangan hutan sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat 1 huruf b UU RI no 18 tahun 2013.
Sementara untuk terdakwa Tunadi, Patkurahman, Nuryadi, Saifulloh, Sahrudin, Suhendar, dan Sunardi, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan penebangan hutan sebagaimana diatur dalam Pasal 83 ayat 1 huruf a UU RI tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
"Maka mengadili terdakwa Hasan dan Paturahman dengan hukuman penjara selama tiga tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan," ungkap Yus Enidar.
"Terdakwa Tunadi, Nuryadi, Saifulloh, Sahrudin, Suhendar, dan Sunardi terbukti secara sah dengan sengaja memuat hasil tebangan pohon maka masing-masing mendapat hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan," imbuh Yus Enidar.
Atas putusan tersebut Heris Kurniawan selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.
Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andriyarti juga menyatakan pikir-pikir.
Kedelapan terdakwa setidaknya telah menebang 99 batang kayu yang ditetapkan sebagai kayu dilindungi jenis Senokling ditebang dari dalam hutan tersebut.
Saat melakukan pengkapan dalang utama yang memerintahkan para terdakwa melarikan diri, yakni Hermanto hingga kini masih buron belum ditangkap Polda Lampung. (Kardo)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa ITERA Keluhkan Jalan Rusak ke Anggota Komisi III DPR RI Sudin di Tanjung Senang
Jumat, 23 Januari 2026 -
Reses di Tanjung Senang Bandar Lampung, Sudin Dorong Warga Tidak Sungkan Menyampaikan Aspirasi
Jumat, 23 Januari 2026 -
Reses Sudin di Tanjung Senang Bandar Lampung, Warga Keluhkan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Jumat, 23 Januari 2026 -
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dukung Karya Inovatif Mahasiswa dalam Academic Expo 2026 Bertema Think Beyond: Innovate For Impact
Kamis, 22 Januari 2026









