Pelaku yang Tembak Ahmad Sapari Mengakut Terkejut
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Pelaku penembakan terhadap Ahmad Sapari (57) warga Desa Isorejo Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara mengaku terkejut saat aksi pencurian sepeda motor bersama komplotannya diketahui oleh pemilik rumah.
IB (30) salah seorang komplotan pelaku curat yang melakukan penembakan terhadap petugas KPPS 02, Desa Isorejo, Bunga Mayang, Lampung Utara pada Pemilu 17 April 2019 lalu, mengungkapkan ia menembak korban karena kaget melihat pemilik rumah (korban) mengetahui aksi pencurian tersebut.
"Nggak sengaja, pas lagi ngambil motor orangnya keluar saya kaget, kami bertiga," ujar IB, kepada awak media, di Mapolres Lampung Utara, Jumat (3/5/2019).
Menurut pengakuannya, sepeda motor hasil curian tersebut telah dijual oleh rekannya yang saat ini sedang dalam pengejaran pihak kepolisia, dan dia mengaku mendapatkan Rp500 ribu dari hasil penjualan motor curian tersebut.
"Yang jual motornya kawan (DPO), saya kebagian lima ratus, duitnya untuk beli beras, yang nembak saya," kata IB.
Sedangkan rekannya AP (34) yang tertangkap bersama IB, bertugas mengawasi lokasi pada saat mereka melancarkan aksi pencurian, dan satu pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO bertugas mencongkel jendela untuk masuk rumah korban dan mengambil sepeda motor serta yang menjual hasil curiannya.
Sebelumnya diberitakan, komplotan pelaku pencurian dengan disertai tindak kekerasan yang menimpa korban Ahmad Sapari (57) warga Desa Isorejo Kecamatan Bunga Mayang pada Jumat pagi (19/4/2019) lalu akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota Polres Lampung Utara.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono, didampingi Waka Polres, Kompol Yustam Dwi Heno, bersama Kanit Intel Ipda Agus, Kadit Pidum Ipda Lusi langsung mengekspose hasil ungkap kasus penembakan terhadap korban oleh pelaku tersebut.
"Kedua pelaku ini berinisial AP (34) dan IB (30). Keduanya ditangkap hari Kamis (2/5/2019) saat berada di rumah pelaku AP di Desa Pakuan Agung, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara," kata Kapolres. (Sarnubi)
Berita Lainnya
-
Banjir Rendam 115 Rumah di Lampung Utara, Tiga Kecamatan Terdampak
Minggu, 18 Januari 2026 -
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026









