GWKP "Facebook", Gotong Royong Bantu Korban Tsunami Lamsel
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Peduli bencana tsunami di Lampung Selatan, Grup Warga Kota Panjang (GWKP) dijejaring sosial Facebook, bergotong royong mengumpulkan donasi berupa pakaian layak pakai, sembako, obat-obatan dan perlengkapan mandi.
Menurut ketua GWKP, Aam Muharam, batuan itu diperoleh dari sumbangan para anggota GWKP yang tersebar di berbagai daerah dan bahkan ada di mancanegara seperti Libanon, Malaysia, Singapura dan Taiwan.
"Ini kami kumpulkan dari anggota GWKP," ujar Aam usai menyalurkan bantuan korban tsunami itu yang diterima langsung oleh Plt bupati Nanang Ermanto, Sabtu (29/12/2018).
Aam menjelaskan, GWKP adalah kumpulan warga Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung, yang berhimpun di Facebook.
"Sekarang ini jumlah anggota GWKP di Facebook ada sebanyak 27. 666 orang," ujarnya.
Aam mengatakan, warga GWKP ikut prihatin atas musibah yang terjadi di Lamsel, sehingga semua bersepakat untuk memberikan batuan semampunya dan seikhlasnya. Dari situlah terkumpul barang barang ini.
Dia mengatakan, semoga bantuan ini dapat bermanfaat. Bantuan akan diserahkan ke posko Pemda Lamsel yang ada di Rumdin Bupati Lamsel.
Sementara itu, anggota GWKP Lamsihar Sinaga menambahkan, komunitas Grup Warga Kota Panjang yang yang berhimpun di Facebook dengan nama akun Kota Panjang, berupaya ikut peduli atas musibah bencana alam yang menimpa warga Kabupaten Lampung Selatan. Begitu juga beberapa warga Kecamatan Panjang yang juga terkena dampak musibah dari gelombang tinggi air laut, sehingga rumah mereka yang ada di pinggir laut rusak.
"Mereka juga sudah kami kasih bantuan," ujarnya.
Dia menyebutkan, pemberian bantuan itu sebenarnya bukan hanya baru ini. Musibah bencana alam di Palu beberapa bulan lalu juga, komunitas GWKP juga memberikan donasi bantuan ke sana.
Kata Lamsihar, GWKP memiliki motto Satu kota kita bersaudara, salam ACP (aku cinta panjang). Dengan semangat inilah, kata dia, komunikasi sesama anggota GWKP di Facebook dan juga grup Whatsapp berjalan baik, dan di grup disepakati tidak membahas soal politik dan memang tidak beraplikasi ke partai manapun.
"Tegas, bila ada anggota yang bicara politik, maka akan di tegur dan bila masih terus maka admin akan mengeluarkannya dari group," tandas Lamsihar. (Dirsah)
Berita Lainnya
-
Lewati Puncak Nataru, ASDP Bakauheni Tutup Posko dengan Catatan Positif
Minggu, 04 Januari 2026 -
APBD 2026 Tertekan, Pemkab Lamsel Siapkan Rp 91 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu
Minggu, 04 Januari 2026 -
Antisipasi Arus Balik Nataru, Polres Lampung Selatan Siagakan 200 Personel hingga 5 Januari
Sabtu, 03 Januari 2026 -
Ancam Sebar Foto Tak Senonoh, Pria di Penengahan Lamsel Ditahan Kasus Pelecehan Dua Anak
Sabtu, 03 Januari 2026









