Lakalantas di Sekampung Udik Lamtim, 1 Orang Meninggal Dunia
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka, setelah terlibat kecelakaan di Jalan Ir. Sutami Desa Bauh Gunung Sari, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Selasa (04/09/2018) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban meninggal yakni Sarjono (47), berboncengan dengan Trianto (35), mengendarai motor Honda Beat BE-2404-NS, warga Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur. Keduanya hendak ke Sukadana melalui Desa Sidorejo, ke arah Pugung Raharjo. Sementara lawannya yang menderita luka cukup parah yakni Dina Fitri Mizana (16), warga Desa Pugung Raharjo yang hendak berangkat sekolah ke SMAN Sribhawono.
Menurut Suyaji, warga setempat, tidak ada yang mengetahui pasti bagaimana peristiwa tabrakan itu terjadi. Ia mengetahui ketiga korban sudah terkapar di jalan dengan kondisi bersimbah darah.
"Saya kaget. Sekitar pukul 07.00 WIB, pas lihat di jalan, sudah ada tiga orang terkapar dan dua sepeda motor tergeletak. Lalu saya dan warga lainnya mencoba menolong dan menghubungi polisi," ujarnya.
Ketiga korban langsung dibawa ke RS Mardi Waluyo Gunung Pasir Jaya untuk segera mendapat pertolongan. Namun, karena kondisinya kritis, korban atas nama Dina Fitri Mizana dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung.
"Kondisinya kritis dan memang alat di rumah sakit ini belum memadai. Sehingga keluarga minta korban di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar," ujar Puji Nugroho, salah satu warga yang ikut melakukan evakuasi korban.
Pihak Kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. (Jaya)
Berita Lainnya
-
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Komitmen RI–Inggris soal Konservasi, Bupati Lampung Timur Dorong Penguatan Way Kambas
Jumat, 23 Januari 2026 -
Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Edukasi Swasembada Pangan di Lampung Timur
Selasa, 20 Januari 2026









