Tidak Kebagian Premium, Sopir Angdes Gruduk SPBU Banjar Negeri
Kupastuntas.co, Tanggamus – Puluhan sopir angkutan perdesaan (Angdes) yang beroperasi di Kecamatan Talangpadang, Gisting dan Gunungalip, Kabupaten Tanggamus, geruduk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 24.353.47 di jalan lintas barat Pekon Banjarnegeri, Kecamatan Gunungalip, Tanggamus, Senin (2/4). Mereka menuding pihak SPBU lebih mementingkan menjual premium kepada pengecor ketimbang kepada angkutan umum.
Puluhan sopir angdes ini terlihat mulai mendatangi SPBU 24.353.47 sekitar pukul 7.30 WIB. Setiba di SPBU awak angdes ini memblokir area SPBU dengan memarkir kendaraan di dalam area SPBU.
Aksi sopir angdes ini diduga dipicu ulah pengelola SPBU 24.353.47 yang lebih memilih menjual BBM jenis premium kepada pengecer (pengecor) ketimbang melayani pembelian kepada angkutan umum (angdes). Sehingga saat kendaraan mereka (angdes) hendak membeli premium, ternyata stok premium sudah habis.
Setelah dilakukan penelusuran, awak angdes ini mendapati habisnya BBM jenis premium di SPBU tersebut akibat diborong oleh para pengecer (pengecor). Dimana pengecer ini memborong premium, tidak hanya menggunakan sepeda motor dan jeriken, tapi membawa mobil.
"Bagaimana tidak cepat habis premium, pengecer itu belinya pakai mobil, bahkan mungkin membelinya sejak malam. Kami tak mampu membeli Pertalite, karena ongkos pasti harus dinaikkan. Kalau ongkos naik, sulit mencari penumpang," ujar Irwan.
Aksi awak angdes ini berakhir setelah perwakilan sopir angdes dan pengelola SPBU berdialog. Dalam dialog itu disepakati jadwal pembelian premium untuk sopir angdes dan pengecer. (Sayuti)
Berita Lainnya
-
Warga Ulubelu Tanggamus Desak Polda Lampung Dirikan Polsek
Jumat, 23 Januari 2026 -
Pencurian Beruntun Teror Warga Ulubelu, Ini Respon Kapolres Tanggamus
Jumat, 23 Januari 2026 -
Pencurian Beruntun Teror Ulubelu Tanggamus, Warga Sebut Pos Polisi Kerap Kosong
Kamis, 22 Januari 2026 -
Plt Kadinkes Tanggamus: Anggaran JKN PBI Rp35 Miliar Tak Cukup Tanggung Seluruh Warga
Selasa, 20 Januari 2026









