• Senin, 30 November 2020

Pemkab Lamsel Operasikan 11 Angkutan Pedesaan Gratis

Senin, 05 Februari 2018 - 09.20 WIB
6

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Sebanyak 8 unit kendaraan yang nantinya akan digunakan sebagai alat angkutan pedesaan gratis bagi masyarakat tiba di kantor Pemkab Lampung Selatan, Jumat (2/2/2018) siang.

Pengadaan kendaraan tersebut untuk menambah jumlah armada angkutan gratis yang sebelumnya telah ada sebanyak 3 unit, hasil dari pemberian CSR PT SMAL pada akhir tahun 2017 lalu.

Kabag Perlengkapan Setdakab Lampung Selatan Delfarizi menjelaskan, sebanyak 8 unit kendaraan itu merupakan pengadaan dari APBD Lampung Selatan Tahun 2018. Dimana nilai anggaran untuk pengadaan kendaraan jenis Daihatsu itu sebesar Rp1,2 miliar.

“Total kendaraan untuk angkutan pedesaan gratis ini ada 11 unit. 3 dari CSR PT SMAL, 8 pengadaan Pemda. Masing-masing kendaraan seharga Rp151 juta,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut ke pimpinan, agar kendaraan itu dapat segera beroperasional. Ia menargetkan, Februari ini kendaraan angkutan pedesaan gratis itu sudah dapat beraktivitas.

“Tadi, tiba disini sekitar jam sebelas lebih. Ini akan langsung kita laporkan ke Pak Bupati. Karena untuk biaya operasional dan lainnya akan ditanggung oleh Dinas Perhubungan Lampung Selatan,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan Badruzzaman menyatakan, biaya operasional termasuk honor untuk sopir kendaraan angkutan pedesaan gratis akan ditanggung anggaran dinasnya. Ia menyatakan, besaran honor untuk masing-masing sopir angkutan gratis itu sebesar Rp1,1 juta.

“Iya, dinas kita yang menanggung biaya operasionalnya. Untuk sementara ini, tenaga sopirnya akan melibatkan personel dari anggota Satpol-PP, sambil menunggu adanya sopir resmi yang ditunjuk oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Diketahui, ide angkutan pedesaan gratis yang digagas Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan menuai respon beragam dari masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang mendukung, namun ada pula masyarakat yang merasa keberatan.

Seperti sopir angkutan konvensional yang telah ada saat ini. Mereka khawatir, keberadaan angkutan gratis itu dapat mengurangi pemasukan mereka.

“Ya, saya mendapatkan informasi ini langsung dari Kadis Perhubungan, katanya ada beberapa sopir angkutan di Kalianda yang merasa keberatan. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk ini, supaya tidak ada yang merasa dirugikan atas program ini,” kata Asisten Ekobang Setdakab Lampung Selatan Mulyadi Saleh. (Dirsah/Edu)

Editor :